Medan  

Tanah Bekas Galian Penanaman Pipa di Desa Medan Krio Ganggu Pengguna Jalan

Tumpukan galian tanah bekas pemasangan pipa menumpuk di bahu jalan Bengawan Desa Medan Krio

DELI SERDANG | Sejumlah warga yang melintas di Jalan Serayu dan Jalan Bengawan Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, terganggu akibat adanya tumpukan tanah bekas galian di sepanjang bahu jalan, Rabu (26/11/25).

Hal itu terjadi lantaran tumpukkan tanah bekas pengerjaan galian penanaman pipa yang diduga milik PDAM Tirta Deli tidak dirapikan kembali.

Pantauan Orbitdigital di lapangan, Rabu(26/11/25), bekas pengerjaan galian di sepanjang bahu Jalan Serayu dan bahu Jalan Bengawan memang terpantau masih menumpuk seperti bukit, bahkan sejumlah warga sulit saat akan memasuki halaman rumah lantaran tanah yang masih menumpuk di depan jalan masuk ke rumah warga.

Menurut keterangan dari warga sekitar yang tidak ingin di sebutkan namanya, pengerjaan galian itu dilakukan untuk menanam pipa air yang kurang lebih ditanam sedalam 1 meter, namun ia menyebutkan bahwa pipa tersebut sudah selesai ditanam.

“baru selesai penanaman pipa orang ini kurang lebih dalam nya 1 meter, tapi tumpukkan tanah nya gak diratakan balik”ungkap sumber.

Sementara itu, Kepala Desa Medan Krio, R Chairul Azmi, ketika dikonfirmasi Orbitdigital melalui sambungan panggilan telepon whatsapp, Rabu (26/11/25), mengenai tumpukkan tanah bekas pengerjaan galian tersebut mengatakan bahwa pengerjaan tersebut milik Perumda Tirta Deli.

Ia juga menjelaskan bahwa pengerjaan itu dilaksanakan hampir di setiap dusun yang ada di Desa Medan Krio, namun ia menyampaikan bahwa tumpukkan itu bakal di selesaikan oleh pihak rekanan setelah selesai proses pengerasan.

“Jadi gini, kalau untuk galiannya itu bang, nanti diselsaikan mereka, jadi yang menggunung menggunung itu dirapikan, ini versi mereka ya bang aku sampaikan. Jadi nanti kan gak mungkin langsung dirapikan begitu saja, maksudnya begini lo, ditutup tutup kan mereka nunggu dulu pemadatan, tunggu dulu itu nanti turun sambil nanti masukkan SR karena kan orang ini bentar lagi masuk SR ke rumah rumah nanti digali lagi,” kata kades.

Setelah itu baru mereka perbaikin, karena gak mungkin langsung perbaikan yang khawatirkan amblas. Menurut pemborongnya nanti dicor mereka lagi, jadi tunggula tanahnya turun, tambah Kepala Desa Medan Krio.

Dia juga mengaku bahwa dari pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemerintah Kabupaten Deli Serdang sudah datang menemuinya dengan membawa rekanan terkait pengerjaan jalan tersebut. (OM-10)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *