MEDAN | Tokoh NU Dr H Andi Jamaro Dulung (AJD) menegaskan bahwa selalu saja ada ‘iblis’ di antara Muhammadiyah dan NU yang tujuannya adalah untuk memecah belah antara Muhammadiyah dan NU.
Penegasan ini disampaikan AJD menyikapi semakin melebarnya opini terkait diksi Menteri Agama Yahya Qoumas Staquf (Gus Yaqut) yang bergulir saat ini. ” Ada saja ‘Iblis’ yang ingin mengadu domba antara Muhammadiyah dan NU terkait diksi Gus Yaqut, agar suasana keharmonasian antara Muhammadiyah dan NU terganggu,” kata AJD kepada wartawan, Jumat (29/10/2021).
Ketua PBNU Priode 1999-2009 ini menceritakan dulu Tahun 1998 Saya, Syafrudin Anhar dan Ali Muchtar Ngabalin menjemput Buya Syafii Maarif (Ketua Umum PP Muhammadiyah) di Dewan Pertimbangan Agung (DPA) untuk dibawa ke PBNU menemui GUSDUR (Ketua Umum PBNU) .Pertemuan itulah yang menjadi cikal bakal lahirnya arus politik baru yang disebut Poros Tengah. Poros inilah yang melahirkan GUSDUR Jadi Peresiden, Amin Rais jadi Ketua MPR dan Akbar Tanjung Ketua DPR. Muhammadiyah dan NU berhasil membuat poros tengah waktu itu,” kata AJD
Selanjutnya sebut AJD dua hari yang lalu, sahabat saya Syafruddin Anhar memposting vidio, “Kader Ansor di Pasuruan membuat seruan BOIKOT lembaga amaliah Muhammadiyah”. Terancamlah Rumah Sakit dan Sekolah Muhammadiyah tidak dapat pengunjung dan siswa. Disertai dengan kalimat pendek “ammpunnnnnn dech”.







