MADINA | Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar Konsultasi Publik 1 terkait hasil Kajian Kesesuaian Lahan dan Daya Dukung Lingkungan untuk Zonasi Spasial Komoditas Perkebunan Strategis, baru-baru ini di Aula Hotel Rindang, Panyabungan.
Kegiatan dibuka Asisten Administrasi Drs. Lismulyadi Nasution MM. Ia menyebut konsultasi ini langkah krusial dalam mendukung perencanaan pembangunan pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan.
Fokus utama diarahkan pada pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan Madina. Dalam forum ini, kementerian, OPD terkait, akademisi, hingga pelaku usaha memberi masukan untuk rencana aksi peningkatan produktivitas kopi berkelanjutan.
Paparan teknis disampaikan tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB University. Kajian ini merupakan bagian dari Program FOLUR dengan pendekatan Integrated Landscape Management.
Tim IPB menjelaskan, kajian bertujuan menyediakan dasar teknis dan spasial untuk penyusunan zonasi budidaya berbasis data ilmiah. Analisis meliputi kesesuaian lahan untuk kopi arabika, kopi robusta, sawit, dan padi sawah tadah hujan.
Selain itu, kajian menganalisis daya dukung lingkungan dan integrasi zonasi spasial untuk pengelolaan lanskap berkelanjutan. Tim juga mengidentifikasi kawasan prioritas pengembangan komoditas dengan mempertimbangkan kondisi eksisting, aksesibilitas, hingga kondisi sosial ekonomi.
Pemkab Madina berharap konsultasi publik ini membangun sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Tujuannya, mewujudkan pengelolaan lahan yang lebih terarah dan berkelanjutan demi kemajuan sektor perkebunan di Madina. (OD-29)







