Membunuh Rakyat Miskin

Oleh : Munawar Fuad

Gak tahu harus bilang apa lagi, betapa dalam luka di hati rakyat. Korupsi di kementerian Sosial terbongkar sudah. Kementerian yang kesehariannya mengurusi orang fakir miskin, sengsara, gelandangan, yatim piatu, warga disabilitas hingga panti jompo dan masyarakat terpinggirkan, sebenarnya menjadi pilar terdepan negara apakah pemerintah benar-benar pro rakyat, pro kemiskinan, bela rakyat dan berkomitmen pada kesejahteraan sosial.

Padahal, rakyat sudah menyumbang sangat banyak dengan menitipkan anggaran melalui APBN untuk menopang kinerja dan target kementerian sosial. Tercatat, semula Anggaran Kemensos pada TA 2020 ditetapkan sebesar Rp62,77 triliun. Untuk mendukung penugasan di bidang program perlindungan sosial sebagai bagian jaring pengaman sosial dampak COVID-19, Kemensos mendapat tambahan sehingga anggaran menjadi Rp104,4 triliun, sebelum akhirnya saat ini menjadi Rp124,76 triliun.

Dengan OTT terhadap Menteri dan pejabatnya, pemerintah telah kehilangan empati dan akal sehatnya, bak membunuh rakyat yang sudah tak berdaya, lalu dikhianati dan diperdaya. Bersyukur, komisi anti risywah (korupsi) mampu bergerak lebih cepat. Apresiasi sangat tinggi kami haturkan.

Kabar baik kinerja KPK yang berhasil mengungkap praktek haram korupsi di kementerian sosial baru-baru ini, menambah kepercayaan pada KPK sekaligus melengkapi evalusiasi dan pandangan makin ambruknya kepercayaan terhadap pemerintah. Negeri ini makin mengalami darurat korupsi. Super darurat.