Selain merusak ekosistem laut, sambung Mulyadi dampak lainnya menurunnya produksi ikan. Maka untuk itu, tim gabungan Polres Sibolga, Jihandak Brimob dan labfor Polda Sumut mengusut tuntas pelaku kejadian tersebut sehingga terang benderang dan tidak terulang kembali.
“Sangat kita sayangkan insiden ledakan di Sibolga. Pemerintah lewat Dinas Kelautan Sumut sudah melakukan pengawasan dibeberapa titik, termasuk di Pantai Timur ada kapal 17 meter berpatroli setiap saat. Sedangkan di Pantai Barat secara bertahap untuk ditindaklanjuti”terangnya.
Mulyadi yang juga manajer PSMS Medan menegaskan program pemerintah meningkatkan ekonomi masyarakat bergantung laut akan sia sia jika masih ada sekelompok yang sengaja merusak ekosistem laut.
Kemudian, komitmen pemerintah dengan stakeholder lainnya untuk melakukan kegiatan patroli air lebih terukur dan intensif, terutama mengawasi kegiatan destructive fishing.
“Polda Sumut harus tegas dan cepat. Jika ada pihak tertentu diduga terlibat jangan tebang pilih. Saatnya ekonomi masyarakat bergantung laut ditingkatkan”tegasnya.
Ditambahkan Mulyadi, Diskanla Sumut telah melakukan konfirmasi dengan pemerintah daerah soal pendataan jumlah tempat pelelangan ikan (TPI) yang menciptakan pendapatan asli daerah PAD bagi pemerintah sementara tangkahan Beringin Sibolga informasinya milik perorangan.
“Kita sudah perintahkan Pemerintah Kabupaten / Kota untuk segera melakukan pendataan dan kajian supaya tangkahan liar atau milik pribadi itu ditertibkan secepat mungkin karena tidak menciptakan retribusi PAD” pungkasnya.







