Sementara Polres Sibolga bersama tim gabungan telah menyisir lokasi kejadian guna memastikan bahan yang tertinggal dan terkait pelaku sedang dalam pengejaran.
“Identitas pemilik sudah diketahui dan sedang dalam pengejaran dan masyarakat telah pulih diperbolehkan pulang ,” Kata Kasubbag Humas Polres Sibolga, AKP R Sormin.
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjutak lewat Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi SIK menjelaskan pengelolah tangkahan Beringin sedang menjalani proses pemeriksaan.
Terpisah, Plt Camat Sibolga Sambas Sonang Panjaitan mengatakan pemilik tangkahan Beringin berinisial A alias Herman, terkait ledakan ada sekitar 60 jiwa menjadi korban, terdiri dari 14 Kepala Keluarga(KK).
Selanjutnya, BPBD bersama Dinas Sosial sudah memfasilitasi kebutuhan para korban dan kerugian warga belum diketahui karena masih proses pendataan, sembari pendataan sementara waktu warga diungsikan ke komplek AKN di Panomboman.
Diketahui, praktik destructive fishing menjadi perhatian serius Pemerintah Indonesia, karena penggunaan bom ikan dapat merusak terumbu karang maupun ekosistem di sekitar perairan laut dan diduga kuat praktik destructive fishing pemicu insiden ledakan bom ikan di Tangkahan Beringin, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Pancuran Bambu, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Senin (24/1/2022)
Teks foto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara Mulyadi Simatupang MSi saat ditemui dirumah Dinas Gubsu Edy Rahmayadi, Jumat(28/1/2022)..
Reporter: Toni Hutagalung







