PT SMGP Dorong STAIN Madina Jadi Inkubator Bisnis UMKM

MADINA | Kepala Teknik Panas Bumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), Ali Sahid, mendorong Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina) menjadi inkubator bisnis untuk mengembangkan UMKM di daerah.

Dorongan itu disampaikan saat menerima kunjungan mahasiswa BEM STAIN Madina dan wartawan di basecamp SMGP, Desa Purba Lamo, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, baru-baru ini.

Turut mendampingi Koordinator CDCR SMGP Ade Robi, Pimpinan PT Nawakara Letkol Timor, Wakilnya AKBP Purn Muhammad Rusli, serta sejumlah personel lainnya.

Ali Sahid menjelaskan SMGP merupakan objek vital nasional berdasarkan keputusan Kementerian ESDM. Perusahaan pembangkit listrik tenaga panas bumi ini beroperasi untuk mendukung ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“SMGP adalah aset negara berdasarkan Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945. Kami hanya diberikan kewenangan melalui KS Orka untuk mengelola panas bumi di Madina. Jika izin operasi habis, akan dikembalikan ke negara. SMGP memproduksi listrik ramah lingkungan atau green energy,” kata Ali Sahid.

Ia mengakui operasional perusahaan menghadapi banyak tantangan, termasuk isu H2S dan lingkungan. Tantangan itu sempat membuat investor menarik diri. Namun dukungan pemerintah dan masyarakat membuat SMGP tetap beroperasi.

“Kami menyadari sebaik apa pun yang dilakukan pasti ada ujian. Investor sempat ingin menarik modal, tapi kami mendapat dukungan karena perusahaan mengutamakan tenaga kerja lokal sesuai skill. Ditambah program CDCR dengan lima pilar sesuai Sustainable Development Goals SDGs,” ujarnya.

Lima pilar CDCR SMGP meliputi ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta sosial budaya dan keagamaan. Program ini sudah berjalan efektif beberapa tahun terakhir.

Yang paling menonjol, kata Ali, adalah bidang ekonomi. Masyarakat di lingkar Wilayah Kerja Panas Bumi WKP sudah menekuni UMKM binaan tim CDCR SMGP. Ibu-ibu memproduksi makanan ringan berlabel halal, sementara bapak-bapak mengembangkan pertanian dan peternakan.

“Tantangannya sekarang ada di pengembangan usaha. Masyarakat kurang paham teknologi marketing. Ini peluang bagi pihak lain agar produksi masyarakat bisa berkembang,” jelasnya.

Karena itu, ia mendorong BEM STAIN Madina menjalin kolaborasi dengan pelaku UMKM binaan SMGP.

“Saya kira ini tantangan bagi kampus. Saya mendorong STAIN Madina menjadi inkubator bisnis sektor UMKM agar produksi masyarakat berkelanjutan. Tanpa kolaborasi, UMKM kita akan sulit bersaing di era digital,” tutupnya.

Ketua BEM STAIN Madina, Abdul Bais Nasution, mengapresiasi gagasan tersebut. Ia menyebut SMGP sudah beberapa kali masuk kampus melalui seminar UMKM, namun belum ada tindak lanjut konkret.

“Ini gagasan baik. Masyarakat sudah berinovasi berkat bantuan SMGP. Sekarang saatnya kita bantu agar UMKM berkembang dan diterima konsumen melalui teknologi marketing. Ini akan kami bahas di BEM dan pihak kampus,” ujarnya.

Hadir juga Ketua PWI Madina Zamharir Rangkuti bersama sejumlah wartawan. (OD-29)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *