Politik Jelang Pilpres Memanas, Andi Jamaro Dulung Siapkan Presidium Poros LPJB

Capres RI 2024-2029 Versi Konvensi NU Dr Andi Jamaro Dulung (foto/ Januar Arifin)

JAKARTA | Kesetaraan politik Jawa dan luar Jawa saat ini semakin mengalami kesenjangan secara signifikan. Kekuatan luar Jawa sepertinya tak lagi dianggap dan cenderung diabaikan dalam perhelatan politik maupun pengisian jabatan kekuasaan yang ada.

Penegasan itu dikemukakan tokoh luar Jawa asal Sulawesi Selatan, Dr H Andi Jamaro Dulung, MSi. kepada wartawan di kediamannya di Kemanggisan, Jakarta Barat, Selasa (14/6/2022).

Menurut mantan Ketua PB NU ini, Representasi politik yang mengakomodir kekuatan luar Jawa sangat penting dan substansi di kedepankan. Karena sejatinya eksistensi NKRI adalah pertautan kekuatan Jawa dan Luar Jawa.

“Sejak dulu kan tokoh penggagas republik ini mempraktekkan politik kesetaraan itu yang mengakomodir tokoh luar Jawa untuk bersanding dalam kursi kekuasaan,” ujarnya.

“Misalnya saja Sukarno bersanding dengan Bung Hatta dari Sumatera, Suharto dengan Adam Malik hingga Habibi, Megawati dengan Hamza Has dari Kalimantan, SBY dengan JK dari Sulawesi, serta Jokowi dan JK,” ulas mantan Anggota DPR RI yang juga tokoh KKSS ini.

“Dengan fakta sejarah seperti itu lantas ada suasana mengabaikan keberadaan kekuatan luar Jawa. Membangun kalkulasi elektoral seolah semua cukup dengan tokoh politik Jawa dan olehnya mengabaikan kehadiran tokoh luar jawa. Ini tidak sepantasnya terjadi,” ungkap Andi Jamaro.

Tokoh olahraga Domino itu menyetir bahwa nampak pembahasan Capres dan pasangannya terfokus pada sosok tokoh Jawa. Hampir tak ada ruang bagi kekuatan luar Jawa.