MADINA l Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menghadiri Wisuda ke-19 TK Al-Qur’an, TPA, dan Kelas VII Pondok Pesantren Roihanul Jannah tahun 2026 di Kelurahan Pasar Maga, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kamis (21/05/ 2026).
Atas nama Pemerintah Kabupaten Madina, Saipullah mengucapkan selamat kepada para wisudawan. Ia menyebut wisuda ini sebagai langkah awal dan mendorong santri melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar Madina.
Dalam sambutannya, Bupati menyoroti kekayaan alam Madina yang perlu dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat. Ia mencontohkan potensi panas bumi yang sudah dimanfaatkan menjadi listrik, serta sektor pertambangan yang belum dikelola optimal.
“Kekayaan alam di Madina harus dikelola dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat Madina sendiri. Jangan cepat merasa puas telah lulus dari Ponpes Roihanul Jannah. Perbanyak ilmu, kelola sumber daya alam dengan baik. Jangan biarkan orang luar berkuasa di Madina. Kalianlah generasi penerus bangsa ini,” ujarnya.
Saipullah juga mengajak santri memanfaatkan jaringan perantau Madina di Jakarta yang banyak berhasil menjadi tokoh untuk kemajuan daerah. Ia menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Ponpes Roihanul Jannah yang telah mencetak santri berakhlak baik.
Bupati memohon maaf karena pemerintah daerah belum mampu memberikan bantuan maksimal. Ia berharap santri tetap semangat menimba ilmu lebih tinggi.
Terkait bencana, Saipullah menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyiapkan dana Rp10 triliun Transfer Keuangan Daerah (TKD) untuk Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Namun, Kabupaten Madina dan Kabupaten Toba tidak mendapatkan alokasi tersebut.
“Dengan tidak dikembalikannya TKD Kabupaten Madina itu, Madina tidak dapat membangun pasca bencana dengan baik. Meskipun demikian, jadikan ini motivasi untuk membangun Madina secara bersama,” katanya.
Bupati didampingi Pj. Sekda Madina Afrizal Nasution dan Plt. Kadis Kominfo Syail Lubis.
Reporter : OD 29







